KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

 

 

 

Disusun oleh :

NAMA : ADVENTYA CHRISTINA MANUSAMA
NPM : 50412286

KELAS : 1IA10

FAKULTAS : TEKNOLOGI  INDUSTRI

JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA

MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DASAR

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Kerukunan Umat Beragama” tepat pada waktunya.

            Makalah ini menjelaskan tentang apa itu Kerukunan umat beragama,Semoga makalah ini dapat bermanfaat di kehidupan masyarakat baik bagi penulis maupun pembaca. Selesainya penulisan makalah ini semata-mata berkat bantuan dari berbagai pihak, yang telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada penulis. Dan sebagai penulias saya berterima kasih untuk dukungan-dukungannya

            Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis berharap kritik dan saran dari para pembaca, guna menyempurnakan makalah ini.

 

A. Pendahuluan

Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. 
Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya diantara umat beragama, bahkan menerbitkan rumah ibadah. 
Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat, menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. 
Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan;
1. Saling tenggang rasa, saling menghargai, toleransi antar umat beragama
2. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
3. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya, dan
4. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan 
Negara atau Pemerintah. 
Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. 

Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda.Rasa toleransi bisa berbentuk dalam macam-macam hal. Misal, perijinan pembangunan tempat ibadah oleh pemerintah, tidak saling mengejek dan mengganggu umat lain, atau memberi waktu pada umat lain untuk beribadah bila memang sudah waktunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap toleransi. Hal ini sangat penting demi menjaga tali kerukunan umat beragama di Indonesia.

Selalu siap membantu sesama. Jangan melakukan diskriminasi terhadap suatu agama, terutama saat mereka membutuhkan bantuan. Misalnya, di suatu daerah di Indonesia mengalami bencana alam. Mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Kristen. Bagi Anda yang memeluk agama lain, jangan lantas malas untuk membantu saudara sebangsa yang sedang kesusahan hanya karena perbedaan agama.

Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Misalnya dengan selalu berbicara halus dan tidak sinis. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.

Bila terjadi masalah yang menyangkut agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus saling menyalahkan. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak manapun, atau mungkin malah menguntungkan semua pihak.

     Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku ,adat, budaya serta agama yang

berbeda-beda menimbulkan suatu interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat, terutama agama

yang sangat berpengaruh besar di Negara Indonesia. Indonesia yang memiliki beberapa agama

sering menimbulkan suatu masalah yang sangat perlu diperhatikan karena semua itu akan

menimbulkan perpecahan yang mengakibatkan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara . Hubungan antar agama sangat penting dalam kehidupan

berbangsa dan bernegara ,agar tidak terjadi konflik-konflik antar masyarakat yang sering  mengatas

namakan agama, semua itu harus diperhatikan terutama hubungan antar-antar agama. Hubungan

antar agama dapat diartikan sebagai bentuk solidaritas sesama manusia yang ditunjukan dalam

kehidupan yang harmonis ,menghormati semua agama yang ada  serta terjalinnya hubungan sosial

yang baik antar umat beragama dalam segala bidang, sehingga tercipta kerukunan dalam umat

beragama.

Kerukunan mengandung makna hidup dalam kebersamaan. Oleh karena itu, dalam usaha

membina kerukunan hidup bangsa kita yang menganut berbagai agama dan kepercayaan itu, kita

harus berusaha membangun semangat dan sikap kebersamaan di antara penganut berbagai agama dan

kepercayaan di kalangan bangsa kita.

Nilai kerukunan hidup antarumat beragama di pandang dari aspek sosial-budaya menempati posisi

yang sangat sentral, penting dan strategis bagi kesatuan bangsa Indonesia untuk menjadi perekat

kesatuan bangsa yang sangat handal. Melalui ikatan semangat kerukunan hidup antarumat beragama

akan mampu membangun atau memperkokoh persatuan masyarakat Indonesia yang tersebar di

berbagai daerah dan pulau menjadi sebuah komunitas negara kesatuan yang sangat solid. Tanpa ikatan

semangat kerukunan hidup antarumat beragama, masyarakat Indonesia akan sangat rentan, rapuh dan

hidup dalam suasana yang tidak nyaman karena penuh dengan rasa kecurigaan, ketegangan, dan

bahkan akan sering muncul konflik-konflik kekerasan yang berkepanjangan. Oleh karena itu,

solidaritas, kerjasama dan kerukunan hidup antarumat beragama diperlukan agar terciptanya

kedamaian, ketentraman, dan tidak ada pertentangan antarumat beragama.

Agama adalah tuntunan hidup yang kita terima sebagai sebuah kepastian hidup, dengan

beragama, maka kehidupan menjadi lebih nyaman dan terarah serta teratur. Tidak ada lagi tindakan

tindakan anarkis yang mengatasnamakan kemanusiaan. Agama menjadikan  kita mengetahui segala

hal yang baik, begitu juga segala hal yang buruk bagi kehidupan kita dan masyarakat kita. Kehidupan

kita menjadi lebih baik sebab banyak tuntunan yang kita dapatkan dan banyak larangan yang

menjadikan kita mengetahui apa yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan.

Termasuk dalam hal ini adalah penciptaan kondisi hidup penuh kerukunan antar umat beragama,

kita harus dapat menciptakan hidup dan kehidupan yang penuh kerukunan agar nyaman dan tidak

terjebak dalam sifat ego terkait dengan kepercayaan, kita harus menciptakan kerukunan umat

beragama dalam kehidupan kita sehingga masyarakat kita menjadi masyarakat yang tenang dan

aman. Kerukunan umat beragama sangat menentukan kondisi kehidupan kita di masyarakat,  kita

masing-maisng memegang teguh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat

akan menjadi satu komunitas terbaik dan mendukung peningkatan eksistensi diri. Masyarakat yang

rukun adalah masyarakat yang memungkinkan terciptanya sebuah komunikasi antar personal

sebaik-baiknya dan menghindarkan berbagai keburukan yang mungkin dapat tercipta.

  1. Tantangan Terhadap Pengenbangan Kerukunan
    1. I.                   Tantangan MasaKini

Berbicara tentang tantangan masa kini, maka harus berbicara dalam kerangka berpikir pancasila  sebagai falsafah bangsa dan Ideologi negara Republik Indonesia. Dengan Ideologi Pancasila ini bansa kita telah berhasil membentuk dan memproklamasikan negara kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, yang dinamakan bangsa Indonesia itu identitas hakikinya adalah pluralitas, dan hal tersebut tercermin dalam lambang negara Bhineka Tunggal Ika  (berbeda-beda tapi satu). Dari pengertian ini perlu ditegaskan bahwa kesatuan itu ada karena adanya perbedaan, dan bukan sebaliknya perbedaan-perbedaan itu hanya penampilan yang semu dari suatu asa kesatuan. Oleh sebab itu memerlukan kerukunan  antar sesama mereka sebagai sebuah keluarga besar. Melalui kerukunan inilah kesatuan dan persatuan bangsa dapat dibinadan dilestarikan . Dari sudut pandang ini pun dapat dilihat timbulnya peristiwa-peristiwa lokal  yang mengarah pada peningkatan kegiatan 

B. Kendala-Kendala

Rendahnya Sikap Toleransi

Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama, khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. Tentu saja, dialog yang lebih mendalam tidak terjadi, karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Masing-masing agama mengakui kebenaran agama lain, tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung, bukan perjumpaan sesungguhnya. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama, maka akan timbullah yang dinamakan konflik.

Trilogi Kerukunan Umat Beragama

Hidup di era sekarang ini masyarakat dihadapkan pada kondisi kehidupan yang serba majemuk dalam segala bidang kehidupan. Semua keberanekaragaman ada dalam bidang politik, sosial, dan budaya. Dalam berpolitik misalnya adanya perbedaan partai, perbedaan sudut pandang dalam isu-isu nasional, maupun perbedaan falsafah dan ideologi yang dianut oleh masing-masing orang meskipun, di Indonesia sendiri sudah ada ideologi pemersatu yakni pancasila. Sedangkan dalam bidang sosial dan budaya adalah adanya perbedaan suku, etnik, adat-istiadat, norma, termasuk agama yang masing-masing dianut oleh warga negara Indonesia.

Kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi dewasa ini semakin mempercepat arus interaksi antara satu dengan yang lainnya sehingga keberagaman pun tidak hanya dalam lingkup terbatas disekitar tempat tinggal akan tetapi juga dalam interaksi dengan orang lain pada media cetak maupun elektronik yang sekarang ini maju seperti jejaring sosial misal facebook dan twiter juga email account. Meskipun hanya melalui jejaring sosial, terkadang bisa timbul kekisruhan, percecokan dan saling lempar hujatan menjadi hal yang biasa. Seolah-olah di dalam dunia maya etika, toleransi dan prinsip hidup toleransi menjadi hal yang asing dan tidak berlaku.

Hal-hal tersebut diatas diperparah dengan adanya isu SARA yang dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk men-teror dan mengambil keuntungan dalam kekisruhan yang terjadi di masyarakat. Hal ini sangat berbahaya dan mengancam terbentuknya kebhinekaan yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya bersemayam di tanah air kita tercinta Indonesia. Maka, hendaknyalah masyarakat mau kembali kepada ideologi pancasila dan kembali mengenal trilogi kerukunan antar umat beragama. Inilah yang mampu menjadi solusi untuk meredam konflik yang tengah terjadi dalam kehidupan berbangsa sekarang ini.

Dalam setiap jenjang pendidikan, selalu dikenalkan adanya trilogi kerukunan umat beragama yang harus dijunjung oleh masing-masing warga negara Indonesia guna terbentuknya kerukunan, kedamaian, dan terciptanya stabilitas nasional. Trilogi kerukunan umat beragama itu antara lain adalah:

1. Kerukunan intern umat beragama.

2. Kerukunan antar umat beragama.

3. Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Hal-hal tersebut diataslah yang menjadi nilai-nilai yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta kehidupan bermasyarakat yang madani, aman dan sejahtera.

Kerukunan intern umat beragama berarti adanya kesepahaman dan kesatuan untuk melakukan amalan dan ajaran agama yang dipeluk dengan menghormati adanya perbedaan yang masih bisa ditolerir. Misal dalam islam ada NU, Muhammadiyah, dsb. Dalam protestan ada GBI, Pantekosta dsb. Dalam katolik ada Roma dan ortodoks. Hendaknya dalam intern masing-masing agama tercipta suatu kerukunan dan kebersatuan dalam masing-masing agama.

Kemudian, kerukunan antar umat beragama adalah menciptakan persatuan antar agama agar tidak terjadi saling merendahkan dan menganggap agama yang dianutnya paling baik. Ini perlu dilakukan untuk menghindari terbentuknya fanatisme ekstrim yang membahayakan keamanan, dan ketertiban umum. Bentuk nyata yang bisa dilakukan adalah dengan adanya dialog antar umat beragama yang didalamnya bukan membahas perbedaan, akan tetapi memperbincangkan kerukunan, dan perdamaian hidup dalam bermasyarakat. Intinya adalah bahwa masing-masing agama mengajarkan untuk hidup dalam kedamaian dan ketentraman.

Terakhir adalah kerukunan umat beragama dengan pemerintah, maksudnya adalah dalam hidup beragama, masyarakat tidak lepas dari adanya aturan pemerintah setempat yang mengatur tentang kehidupan bermasyarakat. Masyarakat tidak boleh hanya mentaati aturan dalam agamanya masing-masing, akan tetapi juga harus mentaati hukum yang berlaku di negara Indonesia. Bahwasanya Indonesia itu bukan negara agama tetapi adalah negara bagi orang yang beragama.

Tentunya, hal-hal diatas juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang di dalamnya terdapat beraneka macam suku, agama, ras dan budaya yang berbeda satu sama lainnya.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s